Implikasi
Etis dari Teknologi informasi
Perilaku
kita diarahkan oleh moral, etika, dan hukum. Undang-undang mengenal komputer
telah diterapkan dibanyak negara untuk mengatasi kekhawatiran seperti hak
mendapatkan akses data, hak akan privasi, kejahatan komputer, dan paten peranti
lunak. Bebrapa negara lebih maju dibandingkan yang lain dalam hal mengeluarkan
undang-undang semacam ini, dan hukun di satu negara dapat mempengaruhi
penggunaan komputer di tempat lain di dunia.
Perusahaan
memiliki kewajiban untuk menetapkan budaya etika yang harus diikuti oleh para
karyawannya. Budaya ini didukung oleh kredo perusahaan dan program-progrsm
etika.
Audit
internal perusahaan dapat berkontribusi terhadap penggunaan etis sistem
informasi dengan cara melakukan tiga jenis audit-operasional, finansial, dan
beriringan-serta melibatkan diri dalam desain sistem pengendalian internal.
Direktur
infomasi (Chief Infomation Officer-CIO)
dapat memainkan peran yang amat penting dalam praktik etika komputer suatu
perusahaan. CIO dapat menjalankan program proaktif untuk menjaga agar sistem
informasi memberikan informasi yang diperlukan para eksekutif dan manajer untuk
mendukung upaya-upaya etis perusahaan tersebut, agar eksekutif dan manajer
bukan hanya memahami infomasi yang menyediakan data finansial namun juga
berkontribusi terhadap perancangannya, agar elemen-elemen lingkungan seperti
pemegang saham dan pemilik memahami bahwa peusahaan tersebut menggunakan
komputernya secara etis, dan agar biata IT tidak terbuang sia-sia.
Dengan
memainkan peranan ini, CIO menjaga agar perusahaanya tersebut memenuhi
kewajibannya untuk menyusun keterangan keunagan secara akrat dan tepat waktu.
Seperti yang diharuskan oleh Undang-undang Sarbanes-Okley. Kunci terhadap
jasa-jasa informasi yang menyediakan dukungan ini adalah gabungan pengendalian
terhadap semua sistem yang akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
MORAL,
ETIKA, DAN HUKUM
Dalam kehidupan sehari-hari, kita diarahkan oleh banyak
pengaruh. Sebagai warga negara yang memiliki tanggung jawab sosial, kita ingin
melakukan hal yang secara moral benar, berlaku etis dan mematuh hukum.
Moral
Moral
adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. Moral
adalah institusi sosial yang memiliki sejarah dan seperangkat aturan. Kita
mulai belajar mengenai perilaku moral sejak kecil: “perlakuan orang lain
sebagaimana layaknya kita ingin diperlakukan”. “selalu ucapkan, terima kasih.”
Saat kita tumbuh dewasa secara fisik dan mental, kita belajar mengenai
peraturan-peraturan yang diharapkan masyarakat untuk kita ikuti. Aturan
perilaku ini adalah moral kita.
Etika
Perilaku kita juga diarahkan oleh etika. Kata etika
berasal dari Bahasa Yunan ethos, yang berarti “karakter.” Etika (ethics) adalah
sekumpulan kepercayaan, standar, atau teladan yang mengarahkan, yang merasuk ke
dalam seseorang atau masyarakat. Semua individu bertanggung jawab terhadap
komunitas mereka atas perilaku mereka. Komunitas dapat berarti rukun tetangga,
kota, negara, atau profesi.
MELETAKKAN
MORAL, ETIKA, DAN HUKUM PADA TEMPATNYA
Penggunaan komputer di dunia bisnis diarahkan oleh nilai
moral dan etis manajer, spesialis informasi, dan pengguna, serta hukum yang
berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat
tertulis. Tetapi etika tidak terdefinisi demikian tepat, dan mungkin bahkan
tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat. Wilayah etika komputer yang
kompleks inilah yang saat ini sangat banyak diperhatikan.
KEBUTUHAN
AKAN BUDAYA ETIKA
Opini yang dipegang secara luas di dunia bisnis adalah
baha bisnis merefleksikan kepribadian dari pemimpnnya. Keterkaitan antara CEO
dengan perusahaannya merupakan dasar untuk budaya etika. Jika perusahaan
dituntut untuk berlaku etis, maka manajemen tingkat tinggi harus bersikap etis
dalam segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakannya. Manajemen tingkat atas
harus memimpin melalui contoh. Perilaku ini disebut dengan budaya etika (ethic
culture).
Meletakkan
Kredo, Progam, Kode pada tempatnya
Kredo perusahaan memberikan dasar untuk pelaksanaan
progran etika perusahaan. Kode etik tersebut menggambarkan perilaku-perilaku
tertentu yang diharapkan dilaksanakan oleh para karyawan perusahaan dalam berinteraksi
antara satu dengan lain dan dengan elemen-elemen perusahaan.
ALASAN
DI BALIK ETIKA KOMPUTER
James H.Moor mendefinisikan etika komputer (computer
ethics) sebagai analisis sifat dan dampak sosial teknologi komputer serta
perumusan dan justifikasi dari kebijakan-kebijakan yang terkait untuk
penggunaan teknologi tersebut secara etis.
Dengan demikian, etika komputer terdiri atas dua
aktivitas utama. Orang di perusahaan yang merupakan pilihan yang logis untuk menerapkan
program etika ini adalah CIO. Seorang CIO harus (1) menyadari dampak penggunaan
komputer terhadap masyarakat dan (2) merumuskan kebijakan yang menjaga agar
teknologi tersebut digunakan diseluruh perusahaan secara etis. CIO tidak menanggung tanggung jawab
manajerial untuk penggunaan komputer secara etis sendirian. Selain para
manajer seluruh karyawan bertanggung jawab untuk tindakan mereka yang berkaitan
dengan komputer.
Alasan
Pentingnya Etika Komputer
James Moor mengidentifikasikan tiga alasan utama dibalik
minat masyarakat yang tinggi akan etika komputer: kelenturan secara logis,
faktor transformasi, dan faktor ketidaktampakan.
KELENTURAN
SECARA LOGIS Moor mengartikan kelenturan secara logis (logical malleability) sebagai kemampuan
untuk memprogram komputer untuk melakukan hampir apa saja yang kita
lakukan.komputer akan melakukan tepat seperti apa yang diinstruksikan oleh si
pemrogram, dan hal ini bisa menjadi pikiran yang menakutkan. Tetapi, jika
komputer digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak etis bahayanya bukan
terletak pada komputer tersebut, melainkan orang-orang yang berada dibalik
komputer tersebutlah yang bersalah.
FAKTOR
TRANSFORMASI alasan atas etika komputer yang ini
didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah cara kita mengerjakan
sesuatu dengan drastis. Salah satu yang baik adalah e-mail. E-mail tidak
menggantikan surat biasa atau sambungan telepon; melainkan menyediakan cara
berkomunikasi yang benar-benar baru. Transformasi yang sama juga dapat dilihat pada
cara manajer melaksanakan pertemuan. Jika dulu para manajer harus berkumpul
secara fisik dilokasi yang sama, kini mereka dapat mrngadakan pertemuan dalam
bentuk konferensi video.
FAKTOR
KETIDAKTAMPAKAN alasan ketiga untuk minat masyarakat atas etika
komputer adalah karena masyarakat memandang komputer sebagai kotak hitam. Seluruh
operasi internal komputer tersebut tersembunyi dari penglihatan. Ketidaktampakan
operasi internal ini memberikan kesempatan terjadinya nilai-nilai pemrograman
yang tidak tampak, perhitungan rumit yang tidak tampak, dan penyalahgunaan yang
tidak tampak:
·
Nilai
pemrograman yang tidak tampak adalah perintah rutin yang
dikodekan programer ke dalam program yang menghasilkan prosen yang diinginkan
si pengguna. Selama proses penulisan program, programer tersebut harus
melakukan serangkaian penilaian mengenai bagaimana program tersebut harus
mencapai tugasnya. Contoh yang baik dari dampak nilai pemrograman yang tidak
tampak adalah bencana nuklir Three Mile Island. Operator pabrik telah dilatih
untuk menangani situasi darurat menggunakan model matematika. Model tersebut
dirancang untuk menyimulasikan satu malfungsi yang terjadi sendiri. Namun apa yang terjadi adalah banayak malfungsi
muncul secara bersamaan.
·
Perhitungan
rumit yang tidak tampak berbentuk program yang sangat rumit
sehingga pengguna tidak dapat memahaminya. Seorang manajer tidak dapat
menggunakan program semacam ini tanpa mengetahui bagaimana komputer melakukan
semua perhitungan tersebut.
·
Penyalahgunaan
yang tidak tampak mencakup tindakan yang disengaja yang
melintasi batasan hukum maupun etis. Semua tindakan kejahatan komputer berada
pada kategori ini, misalnya tindakan tak etis seperti pelanggaran hak individu
akan privasi dan memata-mayai orang lain.
Hak
Sosial dan Komputer
Masyarakat tidak hanya mengharapkan pemerintah dan dunia
usaha untuk mengunakan komputer secara etis, namun juga menuntut beberapa hak
yang berhubungan dengan komputer. Klasifikasi hak-hak manusia dalam wilayah
komputer yang paling banyak dipublikasikan adalah PAPA rancangan Richard
O.Mason. mason menciptakan akronim PAPA
untuk mempresentasikan empat hak dasar masyarakat sehubungan dengan informasi privasi (privacy), akurasi (accuracy), kepemilikan (property), dan aksesibilitas
(accessibility).
Hak
Privasi
Menurut Mason, para pembuat keputusan menempatkan nilai
yang amat tinggi pada informasi sehingga mereka sering kali melanggar hak
privasi sesorang untuk mendapatkannya. Para peneliti pemasaran sering kali
ditemukan menyelidiki orang lain untuk mempelajari produk apa yang mereka beli,
dan pejabat pemerintahan sering kali menempatkan monitor ditoilet untuk
statistik lalu lintas yang akan digunakan untuk menjustifikasi perluasan
fasilitas tersebut.
Hal ini merupakan contoh dari pengintaian yang tidak
menggunakan komputer. Masyarakat umum sadar bahwa komputer dapat digunakan
untuk tujuan ini, namun mungkin tidak sadarkan kemudahan dimana data pribadi
dapat diakses, khususnya dengan menggunakan internet.
Hak
Kepemilikan
Disini yang dibahas adalah hak kepemilikan intelektual,
biasanya dalam bentuk program komputer. Vendor peranti lunak dapat menghindari
pencurian hak kepemilikan intelektual melalui undang-undang hak cipta, hak
paten, dan persetujuan lisensi. Vendor peranti lunak mencoba untuk menutup
lubang-lubang pada hukum ini melalui perjanjian lisensi yang harus disetujui
oleh para pelanggan mereka saat mereka menggunakan peranti lunak tersebut.
Hak Mendapatkan Akses
Sebelum diperkenalkannya basis data yang
berkomputerisasi, kebanyakan informasi tersedia untuk masyarakat umum dalam bentuk
dokumen cetak atau gambar mikroformat yang disimpan di perpustakaan. Informasi ini
berisikan berita, hasil penelitian ilmiah, statistik pemerintah dan lain-lain. Sekarang,
kebanyakan informasi ini telah dikonversikan ke basis data komersial, sehingga
membuat ketersediannya untuk masyarakat berkurang. Untuk mengakses informasi
ini, seseorang harus memiliki peranti keras dan peranti lunak komputer yang
diharuskan dan membayar biaya akses, mengingat komputer dapat mengakses data
dari penyimpanan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan jenis teknologi lain,
ironis bahwa hak mendapatkan akses menjadi isu etika era modern.
AUDIT
INFORMASI
Saat menyusun etika penggunaan komputer, satu kelompok
dapat memegang peranan yang amat penting. Mereka adalah para auditor internal. Perusahaan
dengan semua ukuran mengandalkan auditor
eksternal (external auditor) dari luar organisasi untuk memverifikasikan
keakuratan catatan akuntansi. Perusahaan-perusahaan yang lebih besar memiliki
staff tersendiri yang berfungsi sebagai auditor
internal (internal auditor), yang
melaksanakan analisis yang sama seperti auditor eksternal namun memiliki
tanggung jawab yang lebih luas.
Direktur
audit internal (director of internal
auditing) mengelola departemen audit internal dan
biasanya melapor ke CEO atau direktur keuangan (chief financial officer-CFO).
Posisi tingkat tinggi audit di dalam organisasi menjaga agar posisi ini
dihormati sebagai aktivitas yang penting dan mendapatkan kerja sama dari para
manajer di semua tingkat.
Jenis
Aktivitas audit
Terdapat empat jenis dasar aktivitas audit internal,
finansial, operasional, beriringan, dan desain sistem pengendalian internal.
AUDIT
FINANSIAL Audit finansial (financial audit) memverifikasi catatan-catatan perusahaan dan
merupakan jenis aktivitas yang dilaksanakan auditor eksternal. Pada beberapa
tugas, auditor internal bekerja sama dengan auditor eksternal. Pada tugas lain
auditor internal melakukan seluruh pekerja audit sendiri.
AUDIT
OPERASIONAL Audit Operasional (operational audit)
tidak dilaksanakan untuk memverifikasi keakuratan catatan, melakukan untuk
memvalidasi efetivitas prosedur. Audit jenis ini merupakan jenis pekerjaan yang
dilakukan oleh analis sistem pada tahap analisis dari masa siklus perancangan
sistem. Sistem yang dipelajari hampir selalu berbentuk virtual dan bukan fisik,
namun tidak selalu melibatkan komputer.
AUDIT
BERKELANJUTAN Audit
berkelanjutan (concurrent audit)
sama dengan audit operasional tetapi sulit berkelanjutan berlangsung
terus-menerus. Sebagai contoh, audit internal dapat secara acak memilih
karyawan dan memberikan slip gaji kepada mereka tanpa menggunakan sistem
surat-menyurat perusahaan. Prosedur ini agar menajaga nama di catatan
pembayaran gaji mewakili karyawan sungguhan dan bukanlah entri fiktif yang
dibuat oleh seorang penyedia (supervisor)
curang yang ingin mendapat gaji lebih.
Pendidikan
Etika Komputer
Program edukasi formal dalam etika komputer tersedia dari
beragam sumber-mata kuliah di perguruan tinggi, program profesional, dan
program edukasi swasta.
MATA
KULIAH DIPERGURUAN TINGGI Di awal pendirinya, ACM merancang
suatu model kurikulum komputer yang menentukan berbagai mata kuliah komputer
yang harus ditawarkan institusi pendidikan. Perguruan tinggi dan universitas
mengajarkan etika komputer sejak beberapa waktu lamanya. Sekolah-sekolah bisnis
biasanya menawarkan mata kuliah etika atau mengintegrasikan ilmu tersebut ke
dalam mata kuliah bisnis seperti pemasaran dan akuntansi.
PROGRAM
PROFESIONAL Asosiasi Manajemen Amerika (American Management Association) menawarkan program khusus yang membahas maalah-masalah
penting saat ini, seperti etika. Survei Nilai Perusahaan AMA 2002 menemukan
bahwa 23 persen dari perusahaan responden mengikuti panduan etika dan
integritas hanya pada separuh waktu, dan 33 persen sering kali mengeluarkan
pernyataan yang bertentangan dengan kenyataan sesungguhnya.
PROGRAM
EDUKASI SWASTA LRN*,
Legal Kowledge Company, menawarkan modul mata kuliah berbasis Web yang membahas
berbagai permasalahan hukum dan etika. Mata kuliah perguruan tinggi memungkinkan
para mahasiswa untuk bersiap-siap mengatasi permasalahan etika ketika mereka
memasuki industri, dan program profesioanal dan swasta memungkinkan manajer dan
karyawan di setiap tingkatan untuk menjaga kesadaran beretika serta komitmen
mereka seiring dengan perubahan tuntutan sosial.
Sumber:
Raymond Macleod,Jr.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar