Jumat, 30 November 2012

TUGAS 4


PENGEMBANGAN SISTEM
Baik manajer maupun para pengembang sistem dapat menerapkan pendekatan sistem ketika memecahkan masalah. Pendekatan sistem terdiri atas tiga tahapan kerja. Persiapan, definisi dan solusi. Upaya persiapan terdiri atas melihat perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan dan mengdentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan. Upaya definisi melanjutkan dari satu sistem ke tingkat subsistem dan menganalisis bagian-bagian sistem dengan urutan-urutan tertentu. Upaya solusi melibatkan pengidentifikasian solusi-solusi alternatif, mengevaluasinya dan memilih solusi yang terbaik.
Prototyping adalah penyempurnaan dari pendekatan tradisional. Pendekatan ini menyadari adanya keuntungan dari meminta permohonan umpan balik dari pengguna berulang kali dan meresponnya dengan perbaikan sistem dan tetap meneruskan siklus sampai sistem memenuhi kebutuhan para pengguna. Beberapa prototype menjadi sistem produksi, sedangkan yang lain menjadi cetak biru bagi pengembangan sistem dengan mempergunakan metodologi lain.
Satu pendekatan SDLC yang saat ini sangat populer adalah pengembangan berfase (phase development). Pendekatan ini didasarkan atas pemikiran bahwa suatu proyek akan dibagi menjadi modul-modul, dan analisis, perancangan dan pekerjaan-pekerjaan konstruksi awal yang ditujukan untuk setiap modul.
Diagram arus data atau data flow diagram (DFD), telah menjadi alat pemodelan yang paling populer selama kurang lebih 20th terakhir. DFD adalah cara yang sangat alamiah untuk mendokumentasikan proses, dan data dibuat dalam suatu hirarki untuk menyajikan berbagai tingkat rincian. Meskipun DFD adalah alat yang baik untuk menggambarkan tinjauan pemrosesan, DFD gagal memberikan hasil yang baik dalam menampilkan detail pemrosesan alat-alat lainnya, seperti kasus-kasus penggunaan (use cases) dapat digunakan untuk menunjukan detail.
Pengembangan sistem sangat tinggi biayanya dilihat dari sudut uang maupun waktu. Sebagai akibatnya, proses ini dikelola dengan baik. Eksekutif perusahaan akan memberikan tingkat pengawasan yang tertinggi, sering kali para eksekutif tersebut ikut berpartisipasi di dalam suatu steering committee SIM yang mengawasi, seluruh proyek yang sedang berjalan. Masing-masing proyek pada umumnya dikelola oleh seorang pimpinan proyek. Alat-alat manajemen proyek seperti proyek seperti grafik Ganti, diagram jaringan, dan laporan akan memungkinkan para eksekutif, manajer, dan pengembang dapat menjaga proyek tetap pada jalurnya.


Upaya Definisi
Upaya definisi biasanya dirancang oleh suatu pemicu masalah (problem trigger) suatu sinyal yang menandakan bahwa keadaan berjalan lebih baik atau lebih buruk dari yang telah direncanakan. Sinyal ini dapat berasal dari dalam perusahaan stau lingkungannya, dan akan mengawali suatu proses pemecahan masalah. Gejala (symptom) adalah suatu kondisi yang ditimbulkan oleh masalah dan biasnaya lebih jelas dari akar masalah tersebut. Sebagai contoh, satu gejala dapat berupa penjualan yang rendah yang tercermin didalam suatu sistem pelaporan penjualan.
Kita mendefinisikan suatu masalah sebagai suatu kondisi atau kejadian yang merugikan atau berpotensi merugikan atau menguntungkan atau berpotensi menguntungkan bagi perusahaan. Pernyataan ini mengakui bahwa para manajer akan bereaksi atas keadaan yang berjalan lebih baik dari yang diharapkan, sama halnya seperti keadaan yang berjalan lebih buruk dari yang diharapkan. Dalam hal kinerja yang lebih baik, manajer ingin mengetahui mengapa hal itu terjadi sehingga dapat terus dilanjutkan. Dalam hal kinerja yang lebih buruk, manajer ingin mengembalikan kinerja kembali sesuai dengan harapan.

SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM
Pendekatan sistem merupakan sebuah metodologi. Metodologi adalah satu cara yang direkomendasikan dalam melakukan sesuatu. Pendekatan sistem adalah metodologi dasar dalam memecahkan segala jenis masalah. Siklus hidup pengembangan sistem (systems development life cycle-SDLC) adalah aplikasi dari oendekatan sistem bagi pengembangan suatu sistem informasi.

PROTOTYPING
Meskipun sulit untuk membantah SDLC tradisional dengan diungkapkannya tahapan-tahapan diatas secara logis, metode ini masih memiliki kelemahan. Seiring dengan bertambahnya ukuran dan kompleksitas suatu sistem, melewati tahapan-tahapan dengan sekali jalan menjadi suatu hal yang semakin tidak mungkin untuk dilakukan. Para pengembang selalu menggunakan looping kembal dan mengerjakan ulang untuk mendapatkan sebuah sistem yang dapat memuaskan para penggunanya.
Dalam penerapannya pada pengembangan sistem, prototipe adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai. Proses pembuatan prototipe ini disebut prototyping. Dasar pemikirannya adalah membuat prototipe secepat mungkin, bahkan dalam waktu semalam, lalu memperoleh umpan balik dari pengguna yang akan memungkinan prototipe tersebut diperbaiki kembali dengan sangat cepat.

Jenis-Jenis Prototipe

Terdapat dua jenis prototipe : evolusioner dan persyaratan. Prototipe evolusioner (evolutionary prototype) terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari sistem yang baru. Prototipe ini kemudian dilanjutkan produksi. Jadi, satu prototipe evolusioner akan menjadi sistem aktual. Akan tetapi, prototipe persyaratan (requirements prototype) dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungisioanl dari sistem baru ketika pengguna tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan. Dengan meninjau prototipe persyaratan seiring dengan ditambahkannya fitur-fitur, pengguna akan mampu mendefinisikan pemrosesan yang dibutuhkan dari sistem yang baru. Ketika persyaratan ditentukan, prototipe persyaratan telah mencapai tujuannya dan proyek lain akan dimulai untuk pengembangan sistem baru, oleh karena itu, suatu prototipe persyaratan tidak selalu menjadi sistem aktual.

Daya Tarik Prototyping
Pengguna maupun pengembang menyukai prototyping karena alasan-alasan dibawah ini :
·         Membaiknya komunikasi antara pengembang dan pengguna.
·         Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna.
·         Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem.
·         Pengembvang dan pengguna menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam mengembangkan sistem.
·         Implementasi menjadi jauh lebih rendah karena pengguna tahu apa yang diharapkan.

            Keuntungan-keuntungan diatas memungkinkan prototyping memangkas biaya penfembangan dan meningkatkan kepuasan pengguna atas sistem yang diserahkan.



Potensi Kesulitan dari Prototyping
Prototyping bukannya tidak memiliki potensi  kesulitan. Kesulitan-kesulitan tersebut antara lain :
·         Terburu-buru dalam menyerahkan prototipe dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas dalam definisi masalah, evaluasi alternatif, dan dokumentasi. Jalan pintas ini akan menciptakan usaha-usaha yang “cepat dan kotor”
·         Pengguna dapat terlalu gembira dengan prototipe yang diberikan, yang mengarah pada ekspektasi yang tidak realistis sehubungan dengan sistem produksi nantinya.
·         Prorotipe evolusioner bisa jadi tidak terlalu efisien.
·         Antarmuka komputer-manusia yang diberikan oleh beberapa alat prototyping tertentu kemungkinan tidak mencerminkan teknik-teknik desain yang baik.
            Baik pengguna maupun pengembang hendaknya mewaspadai potensi kesulitan-kesulitan diatas ketika mereka memilih untuk melaksanakan pendekatan prototyping. Namun,  jika seimbang, prototyping telah terbukti menjadi salah satu metodologi SDLC yang paling berhasil. Sulit untuk menemukan satu proyek pengembangan yang tidak menerapkan sedikit prototyping di dalamnya.

DESAIN ULANG PROSES BISNIS
Teknologi informasi mengalami kemajuan dengan sangat cepat, dan organisasi perlu mengambil keuntungan dari kemajuan-kemajuan ini. Sistem meliputi sistem-sistem yang memproses data perusahaan maupun sistem-sistem yag melakukan fungsi-fungsi dasar, seperti mengebor untuk mencari minyak dan memperoduksi suatu bagian manufaktur.
Proses pengerjaan ulang sistem disebut dengan istilah rekayasa ulang (reengineering) atau disebut juga dengan istilah desain ulang proses bisnis (business process redesign-BPR). BPR mempengaruhi operasi TI perusahaan dalam dua hal. Pertama, TI dapat menerapkan BPR untuk mendesain ulang sistem-sistem informasi yang hidupnya tidak dapat dipertahankan lagi dengan pemeliharaan biasa.

Inisiasi Strategis Proyek-proyek BPR
BPR memiliki potensi pengaruh dramatis pada perusahaan dan operasinya hingga proye-proyek seperti ini dicetuskan ditingkat manajemen strategis. Manajemen strategis memutuskan  bahwa BPR layak untuk dilakukan dan menyetujui proses-proses fisik didesain ulang.

Rekayasa Terbalik
Rekaya terbalik adalah proses meganalisis sistem yang sudah ada untuk mengidentifikasi unsur-unsur dan saling keterhubungan diantara unsur-unsur tersebut sekaligus untuk membuat dokumentasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi daripada yang telah ada saat ini. Kebutuhan ini timbul ketika perusahaan ingin mengembangkan kembali sistem yang sudah ada dimana sistem tersebut hanya sedikit atau tidak memiliki dokumentasi.

Rekayasa Ulang
Rekayasa ulang (reengineering) adalah merancag ulang sebuah sistem seluruhnya dengan tujuan mengubah fungisionalitasnya. Akan tetapi, ini bukanlah pendekatan yang “bersih”, karena dari pengetahuan sistem yang ada saat ini tidak sepenuhnya diabaikan. Pengetahuan tersebut pertama kali diperoleh dengan melakukan rekayasa terbalik.

ALAT-ALAT PENGEMBANGAN SISTEM
Pendekatan sistem dan berbagai siklus pengembangan sistem adalah metodologi cara-cara ytang direkomendasikan dalam memecahkan msalah-masalah sistem. Metodologi sama seperti sebuah cetak biru yang digambar oleh arsitek untuk memandu para kontraktor, tukang kayu, tukang pipa, ahli listrik, dan sejenisnya ketika mereka membangun sebuah rumah. Sama halnya seperti metodologi yang memandu para pengembang sistem ketika mereka membuat sistem.

PEMODELAN PROSES
Pemodelan proses pertama kali dilakukan dengan menggunakan diagram alur (flowchart). Diagram ini mengilustrasikan aliran data melalui sistem dan program. Diagram arus data sangat baik untuk membuat model proses pada tingkat ringkasan. Akan tetapi, diagram arus data kurang baik dalam menangkap detail-detail pemrosesan. Karena alasan ini, diagram arus data pada umumnya dilengkapi oleh alat-alat lain yang lebih berorientasi pada detail, seperti menggunakan diagram kasus penggunaan (use case diagram).


MANAJEMEN PROYK
Proyek-proyek pengembangan sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit TI, dengan dibantu oleh manajer analisis sistem, pemrograman, dan operasi. Dalam contoh ini, terdapat lima proyek pengembangan yang sedang berjalan pada waktu yang bersamaan, semuanya dikelola oleh steering commitee SIM. Banyak perusahaan membentuk suatu komite khusus dibawah tingkat komite eksekutif yang menerima tanggung jawab untuk mengawasi seluruh proyek sistem. Ketika tujuan dari dibentuknya sebuah komite adalah untuk memberikan panduan, arah, dan kendali secarateus-menerus, maka ia disebut sebagai steering committee (komite pengarah).

Steering Committee SIM
Ketika sebuah perusahaan membentuk satu steering committee dengan tujuan untuk mengarahkan sumber daya komputasi perusahaan, maka nama steering commitee SIM akan digunakan.
Steering commitee SIM menjalankan tiga fungsi utama :

·         Menciptakan Kebijakan yang memastkan dukungan komputer untuk mencapai sasaran strategis perusahaan.
·         Melakukan pengendalian fiskal dengan bertindak sebagai yang berwenang dalam memberikan pesetujuan untuk seluruh permintaan akan pendanaan yang berhubungan dengan komputer.
·         Menyelesaikan perselisihan yang terjadi sehubungan dengan prioritas penggunaan komputer.

Jadi tidak langsung, tugas steering committee SIM adalaha melaksanakan seluruh strategi yang dibuat oleh komite eksekutif maupun rencana strategis untuk sumber daya informasi.


Sumber : Raymond McLeod, Jr.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar