Sabtu, 12 Januari 2013

TUGAS 5


KEAMANAN INFORMASI

Pendahuluan
Semua organisasi memiliki kebutuhan untuk menjaga agar sumber daya informasi mereka aman. Kalangan industri telah lama menyadari kebutuhan untuk menjaga keamanan dari para kriminal komputer, dan sekarang pemerintah telah mempertinggi tingkat keamanan sebagai salah satu cara untuk memerangi terorisme.ketika organisasi-organisasi ini mengimplementasikan pengendalian keamanan, isu-isu utama mengenai keamanan versus ketersediaan serta keamanan versus hak pribadi harus diatasi.
Kemanan informasi ditujukan untuk mendapatkan kerahasiaan, ketersediaan, serta integritas pada semua sumber daya informasi persahaan bukan hanya peranti keras dan data. Manajemen keamanan informasi terdiri atas perlindungan harian yang disebut manajemen keamanan informasi (information security management-ISM) dan persiapan-persiapan operasional setelah suatu bencana yang disebut dengan manajemen keberlangsungan bisnis (business continuity management-BCM).
Ada tiga jenis pengendalian yang tersedia. Pengendalian teknis terdiri atas pembatasan akses, firewall, kriptografi, dan pengendalian fisik. Pengendalian formal bersifat tertulis yang memilik harapan hidup jangka panjang. Pengendalian informal ditujukan untuk menjaga agar para karyawan perusahaanmamahami dan mendukung kebijakan-kebijakan keamanan.
Sejumlah pihak pemerintahan telah menentukan standar dan menetapkan peraturan yang mempengaruhi keamanan informasi. Asosiasi-asosiasi industri juga tlah meneydiakan berbagai standar dan sertifikasi profesional.
Manajemen keberlangsungan bisnis terdiri atas seperangkat subrencana untuk (1) menjaga keamanan karyawan. (2) memungkinkan keberlangsungan operasional dengan cara menyediakan fasilitas komputer cadangan, serta (3) melindung catatan penting perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang ingin menegembangkan rencana kontijensi baru tidak harus memulai dari awal, beberapa model berbasis peranti lunak tesedia seperti halnya garis besar dan panduan dari pemerintahan.

KEAMANAN INFORMASI
Saat pemerintah dan kalangan industri mulai menyadari kebutuhan untuk mengamankan sumber daya informasi mereka, perhatian nyaris terfokus secara eksklusif pada perlindungan peranti keras dan data, maka istilah keamanan sistem (system security) pun digunakan.
Fokus sempit ini kemudian diperluas sehingga mencakup bukan hanya peranti keras dan data, namun juga peranti lunak, fasilitas komputer, dan personel. Definisi yang luas ini mecakup pealatan seperti mesin fotokopi dan mesin faks serta semua jenis media, termasuk dokumen kertas.

Tujuan Keamanan Informasi
Keamanan informasi ditujukan untuk mencapai tiga tujuan utama kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas.
·         Kerahasiaan, perusahaan berusaha untuk melindungi data dan informasinya dari pengungkapan kepada orang-orang yang tidak berwenang. Sistem informasi eksklusif, sistem informasi sumber daya manusia, dan sistem pemrosesan transaksi, seperti penggajian, piutang dagang, pembelian, dan utang dagang amat penting dalam hal ini.
·         Ketersediaan, tujuan dari infrastruktur informasi perusahaan adalah menyediakan data dan informasi sedia bagi pihak-pihak yang memiliki wewenang untuk menggunakannya. Tujuan ini penting, khususnya bagi sistem berorientasi informasi seperti sistem informasi sumber daya manusia dan sistem informasi eksekutif.
·         Integritas, semua sistem informasi harus memberikan representasi akurat atau sistem fisik yang direpresentasikannya.

Manajemen Keamanan Informasi
Seperti halnya cukupan keamanan informasi telah meluas, demikian juga pandangan akan tanggung jawab manajemen. Manajemen tidak hanya diharapkan untuk menjaga agar sumber daya informasi aman, namun juga diharapkan untuk menjaga perusahaan tersebutagar tetap berfungsi setelah suatu bencana atau jebolnya sistem keamanan.
CIO adalah orang yang tepat untuk memikul tanggung jawab atas keamanan informasi, namun kebanyakan organisasi mulai mununjuk orang-orang tertentu yang dapat mencurahkan perhatian penuh terhadap aktifitas ini. Seperti yang diharapkan seorang CIAO harus mendapatkan serangkaian sertifikasi keamanan dan memiliki pengalaman minimum 10tahun dalam mengelola suatu fasilitas keamanan informasi.

MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI
Pada bentuknya yang paling dasar, manajemen keamanan informasi terdiri atas empat tahap: mengidentifikasi ancaman yang dapat menyerang sumber daya informasi perusahaan, mendefinisikan risiko yang dapat disebabkan oleh ancaman-ancaman tersebut, menentukan kebijakan keamanan informasi, serta mengimplementasikan pengendalian untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.
Tolok ukur keamanan informasi (information security benchmark) adalah tingkat keamanan yang disarankan yang dalam keadaan normal harus menawarkan perlindungan yang cukup terhadap gangguan yang tidak terotorisasi. Standar dan tolok ukur semacam ini ditentukan oleh pemerintah dan asosiasi industri serta mencerminkan komponen-komponen program keamanan informasi yang baik menurut otoritas-otoritas tersebut.

MANAJEMEN RISIKO
Sebelumnya, manajemen risiko diidentifikasi sebagai satu dari dua strategi untuk mencapai keamanan informasi. Risiko dapat dikelola dengan cara mengendalikan atau menghilangkan risiko atau mengurangi dampaknya. Pendefinisian resiko terdiri atas empat langkah:
1. Identifikasi aset-aset bisnis yang harus dilindungi dari risiko.
2. Menyadari risikonya.
3. Menentukan tingkatan dampak pada perusahaan jika risiko benar-benar terjadi.
4, Menganalisis ekelmahan perusahaan tersebut.
Tingkat keparahan dampak dapat diklasifikasikan menjadi dampak yang parah (suvere impact), membuat perusahaan banmgkrut atau sanagt membatasi kemampuan perusahaan tersebut untuk berfungsi: dampak signifikan (significant impact) menyebabkan kerusakan biaya dan signifikan, tetapi perusahaan tersebut akan selamat atau dampak minor (minor ompact) sehari-hari. Baik untuk risiko parah maupun signifikan, analisis kelemahan harus dilaksanakan, ketika analisis mengindikasikan kelemahan tingkat tinggi (terdapat kelemahan substansial didalam sistem).
Setelah analisis risiko diselesaikan, hasil temuan sebaiknya didokumentasikan dalam laporan analisis risiko. Isi dari laporan ini sebaikya mencakup informasi berikut ini, mengenai tiap-tiap risiko.
1. Deskripsi risiko
2. Sumber risiko
3. Tingginya tingkat risiko
4. Pengendalian yang diterapkan pada risiko tersebut

PENGENDALIAN TEKNIS
Pengendalian teknis (technical control) adalah pengendalian yang menjadi satu didalam sistem dan dibuat oleh para penyusun sistem selama masa siklus penyusunan sistem. Melibatkan seorang auditor internal didalam tim proyek merupakan satu cara yang amat baik unntuk menjaga agar pengendalian semacam ini menjadi bagian dari desain sistem. Kebanyakan pengendalian keamanan dibuat berdasarkan teknologi peranti keras dan lunak. Yang paling populer akan dijelaskan pada bagian berikut.

Firewall
Sumber daya komputer selalu berada dalam risiko jika terhubung ke dalam jaringan. Salah satu pendekatan keamanan adalah secara fisik memisahkan situs WEB perusahaan dengan jaringan internal perusahaan yang berisikan data sensitif dan sistem informasi. Cara lain adalah menyediakan kata sandi kepada mitra dagang yang memungkinnya memasuki jaringan internal dari internet. Pendekatan ketiga adalah membangun dinding pelindung, atau firewall.
Firewall berfungsi sebagai penyaring dan penghalang yang membatasi aliran data ke dan dari perusahaan tersebut dan internet. Konsep dibalik firewall adalah dibuatnya suatu pengaman untuk semua komputer jaringan perusahaan dan bukannya pengaman terpisah untuk masing-masing komputer.

Pengendalian Kriptografis
Data dan informasi yang tersimpan dan ditransmisikan dapat dilindungi dari pengungkapan yang tidak terotorirasi dengan kriptografi, yaitu penggunaan kode yang menggunakan proses-proses matematika. Data dan informasi tersebut dapat dienkripsi dalam penyimpanan dan juga ditransmisikan ke dalam jaringan. Jika seseorang yang tidak memiliki otorisasi memperoleh akses, enkripsi tersebut akan membuat data dan informasi yang bermaksud tidak berarti apa-apa dan mencegah kesalahan penggunaan.

Pengendalian fisik
Peringatan pertama terhadap gangguan yang tidsk terotorisasi adalah mengunci pintu ruangan komputer. Perkembanagan seterusnya menghasilkan kunci-kunci yang lebih canggih, yang dibuka dengan cetakan telapak tangan dan cetakan suara, serta kamera pengintai dan alat penjaga keamanan. Perusahaan dapat melaksanakan pengendalian fisik hingga pada tahap tertinggi dengan cara menempatkan pusat komputernya ditempat terpencil yang jauh dari kota dan jauh dari wilayah yang sensitif terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan badai.

PENGENDALIAN FORMAL
Pengendalian formal mencakup penentuan cara berperilaku, dokumentasi prosedur dan praktik yang diharapkan, dan pengawasan serta pencegahan perilaku yang berbeda dari panduan yang berlaku. Pengendalian ini bersifat formal katena manajemen menghabiskan banyak waktu untuk menyusunnya, mendokumentasikan dalam bentuk tulisan dan diharapkan untuk berlaku dalam jangka panjang.
Terdapat persetujuan universal bahwa supaya pengendalian formal efektif, maka manajemen puncak harus berpartisipasi secara aktik dalam menentukan dan memberlakukannya.

PENGENDALIAN INFORMAL
Pengendalian informal mencakup pergram-program pelatihan dan edukasi serta program pembangunan manajemen. Pengendalian ini ditujukan untuk menjaga agar para karyawan perusahaan memahami serta mendukung program keamanan tersebut.

Banyak hal yang telah dicapai di wilayah standar keamanan. Baik pemerintah maupun asosiasi industri telah mengeluarkan standar atau memberikan bantuan dalam menentukan apa aja yang harus dimasukan ke dalam program-program keamanan. Pemerintah juga telah mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan suatu standar diikuti atau membuat perusahaan mampu menyediakan informasi mengenai ancaman potensial dari teroris atau organisasi kejahatan tanpa harus takut mendapatkan hukuman. Bersama dengan dukungan industri juga tersedia berbagai program sertifikasi keamanan, yang membahas wilayah yang luas seperti praktik-praktik manajemen dan yang lebih sempit seperti kiptorgrafi.
Manajemen keberlangsungan bisnis dicapai melalui rencana kontinjensi, yang biasanya dibagi ke dalam subrencana. Rencana darurat (emergency plans) melindungi para karyawan rencana cadangan membuat organisasi mampu melanjutkan operasinya bahkan setelah hilangnya kemampuan komputer rencana catatan penting menjaga agar tidak ada data berharga yang hilang.
Saat ini telah tersedia berbagai pilihan bagi perusahaan yang berniat untuk meningkatkan keamanan informasinya. Ini merupakan satu wilayah aktivitas komputerisasi, dimana jalan yang tepat sudah jelas.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar